Jembatan Darurat Rusak, Perekonomian di Tiga 3 Kecamatan Bulungan Terhambat

“Ada 21 desa dari 3 kecamatan yang tidak bisa lewat, makanya saya minta tolong perusahaan yang melewati jalan itu untuk memperbaiki karena kita tidak punya alat berat, kalau alat berat ada saya yang kerja itu demi masyarakat,” tuturnya.

Diakuinya, ada jalur lain yang dapat digunakan melalui jalur sungai. Tetapi biaya transportasinya mahal dan hanya beroperasi saat siang hari saja.

“Kalau lewat sungai tembus tapi mahal kemudian dia hanya bisa kalau masih ada matahari (Siang, Red) kalau sudah gelap tidak bisa. Kalau darat kan biar malam, hujan atau apa bisa juga sampai,” ungkapnya.

“Saya terus terang sangat kecewa dengan pihak perusahaan. Kita cuma ndak mau lihat masyarakat susah bukan mau jadi pahlawan kesiangan, tapi fakta memang susah sakit hati kita dibuat begitu,” bebernya.

Padahal, kata dia, perusahaan kelapa sawit juga yang menyebabkan kerusakan badan jalan dari Desa Antutan hingga Gunung Seriang. “Cuma kita ini tidak berkuasa jadi ndak adalah guna kita melarang orang, kita melihat saja,” ucapnya.

Camat Tanjung Palas, Rahmad yang coba dihubungi justru mengaku baru mengetahui kerusakan jembatan di wilayah kerjanya melalui pewarta “Saya baru tahu ini,” akunya saat dihubunginya via telepon selulernya, kemarin (7/11).

Saat ditanya lebih jauh terkait tindakan apa yang akan dilakukan, Iapun belum dapat berkomentar lebih jauh. “Saya koordinasi dulu dengan Dinas PU, saya sendiri juga belum melihat kondisinya di lapangan seperti apa. Nanti saya langsung ke sana (lokasi),” tuturnya.

Tak berselang lama, saat dihubungi kembali pasca berkoordinasi dengan DPU Bulungan, Ia mendapatkan informasi jika saat ini status jalan penghubung antara kota Tanjung Selor dengan tiga kecamatan yang ada di Kecamatan Tanjung Palas Barat, Peso dan Peso Hilir dalam proses pengalihan ke provinsi.

 

“Saya baru mau melaporkan ke beliau (Kadis PU Bulungan), tapi malahan dia yang lebih dulu memperlihatkan foto kondisi jalan itu kepada saya,” akunya.

Namun demikian, lanjutnya, langkah awal sudah dilakukan oleh pihaknya dengan langsung berkoordinasi kepada manager perusahaan yang beraktivitas di Desa Antutan agar dapat membantu melakukan perbaikan jembatan tersebut.

Insya Allah besok (hari ini) sudah dikerjakan. Sebenarnya, saya pribadi maunya sudah segera dikerjakan hari ini (kemarin), tapi katanya operator alatnya masih sakit, makanya diminta besok (hari ini),” jelasnya.

Untuk upaya perbaikan yang ingin dilakukan, kata dia, sementara dibuatkan jembatan darurat lagi dengan menggunakan kayu log. Setidaknya apa yang dilakukan itu dapat membantu warga yang ingin melintas.

“Secara status kewilayahan memang betul itu masuk daerah Tanjung Palas. Tapi, yang lebih membutuhkan jalan itu mereka yang di kecamatan hulu sana, jika warga saya tidak ada yang komplain,” tegasnya.

“Jadi, mari kita bersama-sama duduk satu meja untuk membahas masalah ini seperti apa jalan keluarnya agar kita bisa sama-sama enak,” sambungnya.

 

sumber : http://kaltara.prokal.co/read/news/7660-jembatan-darurat-rusak-perekonomian-3-kecamatan-terhambat

(Visited 23 times, 1 visits today)
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.