Aturan Baru Cuci Darah Pakai BPJS Pasien Kaget Sudah Tak Bisa Lagi Tiga Kali Seminggu

Pada awalnya, ia merasakan dunianya berbalik ketika divonis dokter menderita gagal ginjal.
Pada masa mudanya, kesibukan sebagai seorang marketing memaksa membuat gaya hidup Sugeng banyak berubah.
Terlebih ketika ia pindah ke Yogyakarta dari tempat kerjanya di Jawa Timur.
Momen krisis moneter dan perubahan besar dalam pemerintahan pada 1998 berdampak besar pada perusahaan telekomunikasi tempat ia mencari nafkah.
Padahal, sebelum krisis moneter tepatnya pada 1997 ia sudah divonis dokter menderita tekanan darah tinggi alias hipertensi.
Krismon pun semakin memperberat beban pikirannya. Akibat berat menantinya di kemudian hari.
“Pada waktu itu dokter sudah memberi peringatan agar saya hati-hati dan mengendalikan hipertensi saya. Namun karena kondisi seperti itu, saya tidak berhasil, Akhirnya pada 2008 saya dinyatakan menderita gagal ginjal,” kata Sugeng kepada Tribun Jogja, pekan lalu.
Darah Tinggi
Setelah vonis dokter tersebut, lanjutnya, ia dianjurkan untuk cuci darah.
Namun karena belum bisa menerima keadaan, hingga enam bulan ia nekat tidak melakukan anjuran dokter. Kembali, akibatnya harus ia tanggung.

“Setelah enam bulan itu badan lemas dan terasa sakit. Akhirnya saya tidak tahan dan menjalani cuci darah. Pada waktu itu juga saya berangsur-angsur mundur dari pekerjaan saya,” ungkapnya.
Cuci darah rutin.
Pada awalnya, Sugeng harus menjalani cuci darah seminggu sekali.
Namun ternyata kondisi tubuhnya terus berubah hingga pada 2009 ia harus menambah frekuensi cuci darah atau Hemodialisa (HD) sebanyak dua kali.
“Kondisi tubuh terus menurun. Pada 2010 itu akhirnya saya harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu hingga kini di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta,” kata warga Gamping, Sleman ini.
Hal serupa dialami oleh penderita gagal ginjal lain, M Zahron Nugroho.
Warga Pandak, Bantul ini juga tak bisa lagi mendapatkan layanan cuci darah. Akibatnya, aktivitasnya di bidang jasa transportasi cukup terganggu.
“Kalau cuma dua kali seminggu, rasanya badan sudah nggak karu-karuan. Kalau ikut syarat BPJS, berarti harus dalam kondisi tak bisa apa-apa baru bisa cuci darah dua kali. Karena itu, saya berharap layanan cuci darah tiga kali seminggu itu bisa dikembalikan,” katanya.

(Visited 25 times, 1 visits today)
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.