Pengertian dan Beberapa Teori Dalam Pembentukan Lempeng Bumi

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang lempeng bumi yang meliputi pengertian lempeng bumi dan teori dalam pembentukan lempeng bumi. Tanpa perlu berlama-lama lagi, mari langsung saja kita bahas satu per satu.

 

Pengertian Lempeng Bumi

Lempeng bumi merupakan berbagai luasan area yang tercipta atau terbentuk akibat adanya pecahan pada kerak bumi yang masih-masing memiliki gerakan kearah tertentu akibat terjadinya konveksi di astenosfer (bagian dalam bumi). Tiap lempeng bergerak menjauhi lempeng lain, namun terkadang pada lapisan perbatasan antar lempeng terjadi gesekan yang diakibatkan oleh salah satu atau kedua lempengan tersebut. Akibat gesekan tersebut, mengakibatkan deformasi pada permukaan atas bumi seperti terbentuknya gunung, palung, hingga getaran yang disebut dengan gempa.

pengertian-dan-beberapa-teori-dalam-pembentukan-lempeng-bumi

Teori-Teori Pembentukan Lempeng Bumi

Berikut beberapa teori-teori pembentukan lempeng bumi yanjg dikemukakan  oleh beberapa ahli.

 

  • Kontraksi dan Pemuaian (Contraction and Expansion); Penyusutan bumi terjadi karena adanya proses pendinginan. Teori ini diambil dari peristiwa penyusutan atau penkerutan pada kulit apel yang mengering. Kontraksi dan pemuaian mampu menjelaskan beberapa daerah yang mengalami tekanan seperti deretan gunung berapi, namun tidak dapat menjelaskan tempat-tempat seperti cekungan dan lembah. Orang yang pertama kali memperkenalkan teori ini adalah Descretes, Elie de Baumant, dan James Dana tahun 1596 – 1650.
  • Pengapungan Benua (Continental Drift); Memasuki awal abad ke 20, para ilmuwan tidak mampu menjelaskan proses dan struktur terbentuknya lempeng bumi menggunakan satu teori saja. Sehingga banyak ilmuwan yang berlomba-lomba memperkenalkan teori masing-masing dari mereka. Salah satu ilmuwan tersebut adalah Alfred Wegner seorang meteorologi Jerman yang mempelajari tentang iklim kuno pergeseran benua. Teori yang dikemukakan oleh Alfred adalah pengapungan benua pada tahun 1910. Prinsip utama teori ini adalah benua diposisikan berada di lempengan atau bebatuan yang mengapung di sepanjang permukaan bumi setiap saat. Kelemahan teori ini adalah tidak masuk akal, sebab menurut Alfred benua menggelincir diatas dasar laut.
  • Laurasia-Gondwana; Teori Laurasia-Gondwa adalah teori yang dikemukakan oleh Alexander Du Toit seorang ahli geologis asal Afrika Selatan. Setelah melakukan kunjungan ke Amerika Selatan, Alexander menjadi pendukung teori Alfred dan memperkenalkannya pada observasi di A Geological Comparison of South Amerika with South Africa. Akan tetapi, tidak berselang lama setelah memperkenalkan teori Alfred. Alexander mengembangkan pemikirannya sendiri pada tahun 1937 dalam Our Wondering Contonents dan menyatakan pemisahan Pangea menghasilkan dua benua yaitu Laurasia dan Gondwana.
  • Pola Magnetik Purba Batuan (Paleomagnetism); Saat perang dunia terjadi, Harry Hass sang komandan militer memperkerjakan Geologis di Universitas Princeton. Saat itu, Geologis bersama Harry memperkenalkan penelitian tentang dasar laut untuk memahami topografi dasar laut dan menyatakan dua topografi penting yaitu punggung samudra serta palung samudra. Selain itu, mereka berdua juga berpendapat jika benua tidak bergerak di sepanjang kerak bumi. Melainkan, benua dan kerak bergerak secara bersama-sama.
  • Arus Konveksi (Convection Current); Teori arus konveksi menjelaskan jika perpecahan benua dan pergerakan pada lempeng dikarenakan adanya energi yang menggerakannya. Energi yang mampu menggerakannya berasal dari arus konveksi yang ada di dalam astenosfer bumi.
  • Sea Floor Spreading; Pergerakan lempeng yang saling menjauhi akhirnya diketahui oleh para ahli. Pergerakan tersebut mengakibatkan terbentuknya pegunungan yang sangat panjang di daerah yang jauh. Hal tersebut membuat Morely, Vine, dan Matthews tertarik mempelajarinya serta mengumpulkan informasi-informasi. Akhirnya setelah melakukan penelitian, ketiganya menemukan penemuan penting yaitu diantara dua lempeng yang berjauhan ditengahnya akan terbentuk lempeng samudra baru. Penemuan penting tersebut dinamakan dengan Sea Floor Spreading dan menjawab pertanyaan pada teori pengapungan benua atau Continental Drill.

pengertian-dan-beberapa-teori-dalam-pembentukan-lempeng-bumi-1

Tektonik Lempeng; Teori ini merupakan penggabungan dari beberapa teori seperti pengapungan benua, Sea Floor Spreading, dan informasi serta teori terbaru. Teori tektonik lempeng merupakan teori yang dikembangkan pada tahun 1960 dan merupakan teori pembentukan lempeng bumi yang paling masuk akal. Sebab, teori ini mampu menjelaskan bagaimana terjadinya pembentukan, pergerakan lempeng terluar bumi dan membuka pola pikiran manusia tentang bumi. Bukan hanya itu saja, sebab teori ini sangat berguna untuk mendeteksi kejadian geologi hingga menjelakan seluruh aspek yang ada di bumi ini.

(Visited 1 times, 1 visits today)
author

Author: 

Leave a Reply