Kisah Sahabat Yang Bertemu Dengan Malaikat Jibril

kisah-sahabat-yang-bertemu-dengan-malaikat-jibril

Jibril adalah malaikat penyampai wahyu, Allah selalu memerintahkan kepada jibril untuk menemui nabi Muhammad. Baik itu untuk menyampaikan berita atau sekedar mengecek hapalan Qur’an. Suatu keistimewaan bila seseorang sahabat nabi bertemu dengan jibil, walau pada beberapa kisah jibril pernah berwujud seorang laki-laki berbaju putih dan berbadan tegap.

Dikisahkan ada sahabat nabi yang bertemu dengan jibril, yaitu ketika Rasulullah  SAW berangkat ke bani quraizhah. Peristiwa pertama yang sering disebut dengan shauran dimana malaikat jibil menjumpai nabi Muhammad SAW dengan para sahabatnya. Malaikat jibril datang dengan sosok dhikyah memerintahkan nabi dan para sahabatnya untuk mempersiapkan senjata. Shauran adalah salah satu tempat didaerah baqi madinnah al munawaroh, kemudian pada peristiwa kedu, para sahabat mulai menjumpai  malaikat jibril dengan identitas syuhada hunain. Ketika itu sahabat itu berlalu tanpa menghiraukan seseorang, bahkan mengucapkan salampun tidak. Sehingga jibril menanyakan tengtang sahabat itu dan rasulullah menjawabnya. Lalu jibril memberitakan bahwa sahabat itu “ termasuk seratus mujahid yang memiliki pendirian kokoh dimedan jihad hunain ini” dan malaikat menyampaikan lagi bahwasanya Allah “menjamin rezeki mereka disurga. Andai dia mengucapkan salam maka kami akan menjawab salamnya”.

Sahabat mulia ini merupakan anak ja’dah binti ubaid, istrinya bernama ummu Khalid bin Khalid, dari pernikahan mereka salah satunya melahirkan ibnu hisyam yang sangat mencintai Nabi SAW dan tergabuung dalan baiat ridwan, lelaki yang dijamin masuk ini adalah Haritsyah bin Nu’man. Dua amalan yang menjadikannya seperti itu adalah:

  1. Suka berbagi kepada Rasulullah

Amalan yang dikerjakanya yaitu suka berbagi kepada Rasulullah, dan termasuk orang yang pertama yang memberikan tanah dan rumah kepada rasulullah, dia terus melakukannya hingga bertambah keluarga rasulullah.

  1. Berbakti kepada orang tuanya

Erbakti kepada orang tua adlah amalan yang utama, apalagi berbakti kepada ibu karena dalam riwayat diceritakan “ siapakah yang harus saya mulyakan? Bapa atau ibu? Rasulullah menjawab “ibumu” hal ini diulangi sampai 3 kali. Dan yang dilakukan haritsyah bin nu’man adalah selalu berbakti kepada ibunya, sehingga Aisyah yang disebut-sebut sebagai Ummu al-Mu’minin mensejajarkannya dengan sayyidina utsman bin affan terkait baktinya kepada ibu.

Itulah sahabat dan amalan yang dilakukannya sehinngga bisa bertemu dengan jibril dan dijamin masuk surga.

(Visited 1 times, 1 visits today)
author

Author: 

Leave a Reply