Jenis-jenis Gunung berapi Berdasarkan Terjadi dan Bentuknya

jenis-jenis-gunung-berapi-berdasarkan-terjadi-dan-bentuknya

Pengertian Gunung Berapi

Gunung api atau lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan istilah gunung berapi adalah sebuah gunung yang memiliki kawah dan mengandung magma di dalamnya yang berasal dari perut bumi. Gunung berapi yang masih aktif, mampu mengeluarkan magma yang berada di dalamnya sewaktu-waktu tanpa dapat kita ketahui. Letusan gunung berapi dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi alam serta manusia. Gunung berapi terbentuk karena adanya endapan magma pada perut bumi yang terdorong keluar berkat adanya bantuan gas bertekanan tinggi. Selain itu, suatu gunung berapi juga dapat terbentuk karena adanya pecahan atau patahan yang terjadi pada kerak bumi. Dimana patahan tersebut mengakibatkan lava panas, gas bumi, dan abu vulkanik bisa keluar dari perut bumi.

pengertian-gunung-berapi

Bentuk-Bentuk Gunung Berapi

Gunung api atau gunung berapi memiliki bentuk yang dapat kita lihat dari ciri-cirinya, karena ciri-ciri tersebut sangat membedakan sisi bentuk gunung berapi. Indonesia terkenal sebagai Negara dengan gunung berapi terbanyak dan masih aktif. Dari semua gunung berapi yang ada di Indonesia, terdapat perbedaan antara satu gunung berapi dengan gunung berapi lainnya. Hal ini karena gunung-gunung berapi tersebut berbeda dalam proses pembentukannya, sehingga terjadi perbedaan bentuk gunung berapi berdasarkan proses terjadinya. Menurut bentuknya gunung berapi dapat kita bedakan menjadi tiga macam yaitu gunung berapi perisai, gunung berapi strato. Dan gunung berapi maar. Berikut penjelasan ketiga bentuk gunung berapi tersebut;

 

  • Gunung Berapi Perisai (Prisma); Gunung berapi perisai atau prisma memiliki ciri utama yaitu lerengnya landai seperti bentuk perisai. Gunung berapi jenis ini hanya terdiri atas lapisan-lapisan magma atau lava saja, karena ketika meletus hanya mengeluarkan lava yang cair saja dan lava tersebut dapat mengalir jauh menuruni lereng gunung. Setelah lava tersebut menuruni lereng, maka lava akan mengalami pembekuan. Gunung berapi perisai banyak ditemukan di kepulauan Hawaii, seperti gunung Kilauea dan gunung Loa.

 

  • Gunung Berapi Strato; Gunung berapi srato memiliki ciri utama yaitu bentuknya seperti kerucut. Kata strato jika di artikan dalam bahasa Indonesia maka berarti lapisan, oleh sebab itu badan gunung ini memiliki beberapa lapisan lava yang bercampur dengan bahan-bahan vulkanik (debu, pasir, bebatuan, dan bom). Karena adanya berbagai campuran yang terkandung dalam lava, maka terjadilah endapan yang berlapis-lapis pada lereng gunung ketika terjadi erupsi. Sehingga gunung api strato akan semakin tinggi menjulang keatas. Gunung berapi strato banyak ditemukan di wilayah-wilayah Indonesia seperti gunung merapi dan gunung Krakatau.

 

Gunung Berapi Maar; Kata maar berasal dari bahasa Jerman yang berarti kawah. Maar terjadi karena letusan gunung berapi hanya terjadi sekali saja, kemudian kegiatan vulkanis gunung tersebut berhenti total. Akibat dari letusan yang terjadi tersebut, mengakibatkan terbentuknya lubang besar berbentuk corong yang dikelilingi oleh tebing berombak akibat letusan. Jika dinding atas dasar maar tidak mampu ditembus oleh air, maka air akan mengendap dan terbentuklah danau yang dinamakan dengan danau maar. Akan tetapi ada juga maar yang kering karena dinding dan dasarnya dapat ditembus oleh air, sehingga air akan terserap oleh tanah. Gunung berapi maar hampir tersebar merata di seluruh bagian bumi termasuk Indonesia seperti pegunungan Eifel yang ada di Jerman dan gunung lamongan (Indonesia).

(Visited 1 times, 1 visits today)
author

Author: 

Leave a Reply