Jembatan Darurat Rusak, Perekonomian di Tiga 3 Kecamatan Bulungan Terhambat

jembatan-darurat-rusak-perekonomian-3-kecamatan-terhambat

Jembatan darurat Sungai Karai di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan kembali mengalami kerusakan yang cukup parah. Akibatnya, perekonomian masyarakat yang berdomisili di Hulu terhambat.

Berdasarkan pantauan media harian ini di lapangan, kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 2015 lalu oleh salah satu perusahaan di Bulungan dengan menggunakan kayu log sudah sangat memprihatinkan.

Timbunan tanah yang menutupi jembatan trsebut sudah longsor. Bahkan terjadi lubang yang berpotensi membahayakan bagi kendaraan yang melintas. Terlebih lagi jembatan penghubung itu merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Barat, Peso dan Peso Hilir.

Salah satu warga Kecamatan Peso, Ida mengaku ke Tanjung Selor dengan maksud untuk membeli sembako yang bakal diperjual belikan di desanya. Akibat kondisi jembatan rusak sehingga ia tidak berani memaksakan untuk pulang.

“Dari jam setengah sebelas di sini belum bisa lewat, kalau jalan belum bagus terpaksa tidur di mobil karena kalau kembali ke Tanjung Selor juga mau nginap di mana?,” ungkapnya saat ditemui, kemarin (7/11).

Harapan warga tertuju ekpada pemerintah agar dapat segera memperbaiki jembatan tersebut. Karena sebagian besar warga di Kecamatan Peso saat akan menuju Tanjung Selor melalui jalur tersebut.

“Saya harap diperbaiki cepat supaya bisa kita lewati, karena rata-rata masyarakat Peso lewat sini bawa sembako,” tuturnya.

Warga Tanjung Palas, Anto juga mengaku hal serupa. Dengan rusaknya jembatan tersebut ia mengaku kesulitan menjual sayur ke Desa Mara I. “Jualan sayur dan ikan setiap hari lewat sini (jembatan karai, Red.). Tadi pagi saja dorong pelan-pelan, besok kalau tambah parah terpaksa ndak jualan sampai Mara I dulu,” akunya.

Selama ini, kata dia, yang menjadi kendala dalam berjualan hanya permasalahan jalan saja. “Keluhannya cuma jalan saja. Masa jalan umum seperti ini,” sindirnya.

Camat Tanjung Palas Barat, Yunus Luat saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa jembatan itu sudah berlubang sejak pekan lalu. Menurutnya, kubangan air akibat hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah yang ada di atas jembatan tergerus turun.

“Saya telepon orang sawit (perusahaan, Red.) minta tolong kalau bisa ditimbunlah sekitar tiga ret tanah supaya tidak lagi berlubang. Kalau berlubang dan hujan maka akan tergerus karena di bawah itu berlubang juga, kalau airnya tumpah tanahnya akan ikut,” jelasnya.

Dari hasil koordinasinya, pihak perusahaan mengaku bersedia untuk mengambil tindakan. Akan tetapi, hingga Minggu (6/11) kemarin belum ada tindakan sama sekali yang dilakukan oleh pihak perusahaan yang sudah menjanjikan.

“Mereka bilang siap, sekalinya sampai Minggu kemarin belum ditimbun juga. Yang saya kesal ini kenapa mereka harus bilang siap kalau kenyataannya seperti ini tidak ada tindakan sama sekali, kecewa juga rasa kita ini,” sesalnya.

“Tapi maklumlah kita ini orang kecil makanya mereka remehkan padahal kita ini berbuat untuk orang banyak,” timpalnya.

Yunus berharap agar jembatan tersebut dapat segera diperbaiki. Walaupun kondisinya hanya diberikan kayu agar dapat digunakan sementara. Jika tidak ada perbaikan maka menurutnya terkesan daerah ini tidak dipehatikan dan daerah-daerah lain saja yang dilakukan pembangunan.

“Kita yang tahu persis kondisi daerah ini merasa sedih,” sebutnya.

Lanjutnya, meskipun Jembatan Karai itu bukan wilayah kerjanya, tetapi permasalahan ini menurutnya sangat vital bagi pengguna jalan darat. Terlebih lagi banyak masyarakat di kecamatannya yang juga melalui jembatan tersebut.

(Visited 23 times, 1 visits today)
author

Author: 

Leave a Reply