Ini Penyebabnya Transaksi di Situs Belanja Melonjak

mobile-banking

Layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) menjadi andalan industri asuransi untuk meningkatkan penetrasi. Karena itu, sejumlah asuransi umum dan asuransi jiwa telah memiliki layanan fintech dalam edukasi asuransi, pembelian polis, dan penanganan klaim.

’’Kami juga ingin punya marketplace yang menggabungkan banyak perusahaan asuransi dalam satu fintech. Jadi, masyarakat tinggal pilih sesuai yang dia mau,’’ papar Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor setelah pembukaan FinCoNet Annual General Meeting & OJK-FinCoNet International Seminar (17/11).

Dia menuturkan, fintech masih digunakan untuk produk asuransi sederhana. Misalnya, asuransi perjalanan (travel insurance), asuransi kecelakaan diri, asuransi demam berdarah, atau asuransi kesehatan yang memproteksi dari satu jenis risiko. Untuk produk asuransi yang penghitungannya rumit seperti marine cargo dan properti, asuransi tetap membutuhkan lini konvensional yang mengandalkan sentuhan personal.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S. Soetiono menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan aturan tentang fintech. Aturan itu dirilis dalam waktu dekat. Peraturan tersebut akan menjamin hak dan kewajiban nasabah industri keuangan. ’’Kami harus benar-benar melindungi nasabah tanpa membatasi inovasi,’’ katanya.

Perempuan yang akrab disapa Titu tersebut mengakui potensi besar fintech. Nilai transaksi dari fintech pada 2015 mencapai USD 590 miliar. Angka itu tumbuh 10 persen secara year-on-year (yoy).

Sejauh ini peraturan tentang fintech baru dikeluarkan Bank Indonesia melalui PBI No 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Aturan tersebut membatasi kepemilikan asing di industri fintech di Indonesia maksimal 20 persen.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya menerangkan, meningkatnya perilaku masyarakat dalam berbelanja online pada akhirnya ikut berpengaruh pada peningkatan transaksi di Tokopedia. ’’Per bulan transaksinya sudah lebih dari Rp 1 triliun. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, transaksinya naik 20 kali lipat,’’ ujarnya di Jakarta.

Karena pesatnya pertumbuhan, pihaknya tidak membuat target transaksi secara tahunan. Target bakal dibuat secara bulanan. ’’Target per bulan tumbuh 10–15 persen dari total transaksi,’’ terangnya.

Kategori produk yang paling banyak dicari adalah pakaian dan aksesori, fashion, ponsel dan gadget, serta aksesori penunjang gadget. Rata-rata seorang konsumen melakukan belanja 5 kali dalam sebulan.

Industry Head Google Indonesia Henky Prihatna menyebutkan, ada tiga hal yang disoroti melalui riset Google Indonesia. Pertama, online shopper Indonesia mencintai situs dan aplikasi yang membantu.

’’Sebesar 92 persen mengatakan mereka akan membeli menggunakan sebuah aplikasi atau dari situs yang memberikan informasi yang membantu dan relevan,’’ jelasnya.

Kedua, shopper di smartphone selalu terbuka dengan pilihannya. Sebanyak 87 persen konsumen mudah berubah pikiran mengenai sebuah merek atau brand di toko setelah membaca informasi produk melalui smartphone. Ketiga, akses mobile menjadi pintu masuk untuk berbelanja. Sebesar 77 persen telah mengunjungi sebuah toko atau situs yang berhubungan setelah mencari informasi sebuah produk di smartphone.

Google Indonesia juga mencatat adanya tren musiman. Belanja online pada akhir tahun telah dijadikan sebuah titik pada kalender e-commerce di Indonesia, terutama pada 12 Desember yang kini juga dikenal sebagai Hari Belanja Online Nasional.

Tahun lalu brand seperti blibli.com dan Lazada mengalami kenaikan transaksi 9 kali dan 10 kali dari penjualan rata-rata. ’’Pencarian tertinggi adalah produk kecantikan dan personal care, gadget dan aksesori, pakaian, serta barang untuk bayi,’’ jelas Henky.

Google Indonesia juga mencatat pencarian tertinggi untuk e-commerce brand menjelang 12 Desember 2016. Berdasar urutan, ada lima brand dengan pencarian paling tinggi: Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, dan blibli.com.

(Visited 3 times, 1 visits today)
author

Author: 

Leave a Reply